JAKARTA - Orang-orang telah menikmati es krim selama ratusan tahun. Es krim pun terus berkembang rasanya dan kian beragam dari manis hingga gurih. Variasi es krim yang bermacam-macam ini bisa diwujudkan berkat ilmu krim adalah campuran heterogen dari cairan dan padatan terdispersi halus. Itulah mengapa es krim disebut sistem koloid kompleks. Dilansir di Scientific American, Senin 27/9, setiap bagian dalam sistem ini memiliki fungsi yang penting. Gelembung udara biasanya membentuk sekitar 30 hingga 50 persen dari volume akhir campuran. Gelembung mengurangi rasa dingin dan memberikan kekenyalan. Jika kadar udara terlalu rendah, es krim menjadi keras. Jika terlalu tinggi, es krim menjadi terlalu berbusa dan kehilangan rasanya. Tetesan lemak membuat es krim menjadi lembut. Protein dari susu terbentuk di sekitar lemak, kombinasi yang membantu memisahkan tetesan dan menstabilkan campuran. Gula cair mengelilingi partikel yang tidak larut. Gula cair juga menentukan rasa manis dan kelembutan. Dalam ilmu makanan, rasa manis dicatat menggunakan skala yang disebut potere dolcificante kekuatan pemanis, atau POD. Bagian dari kontribusi gula dalam POD jelas. Yang kurang jelas adalah fakta bahwa gula menurunkan titik beku air, mengurangi jumlah es yang terbentuk dalam campuran. Oleh karena itu gula memiliki kekuatan antibeku, yang juga disebut potere anticongelante atau PAC. Gula sukrosa menetapkan standar untuk PAC, yang sesuai dengan berapa banyak titik beku yang ditekan oleh, katakanlah, satu pon sukrosa yang dilarutkan dalam 100 pon air 1 pon=453 gram. Produsen es krim menggunakan lebih banyak gula. Semakin rendah suhu penyajian, semakin banyak gula yang dibutuhkan untuk es krim. Es krim yang diproduksi secara profesional memiliki suhu penyajian 12,2 derajat Fahrenheit atau -11 derajat Celcius. Ini sesuai dengan nilai PAC sekitar 270. Dalam gastronomi, suhu penyajian es krim turun menjadi 1,4 derajat Fahrenheit atau -17 derajat Celcius, sehingga nilai PAC harus lebih tinggi untuk mendapatkan kelembutan yang sempurna. PAC yang direkomendasikan adalah antara 400 dan 420, yang pada dasarnya mempengaruhi kadar gula. Untuk 2,5 pon es krim, direkomendasikan resep ini. Hasilnya adalah PAC 390 dan POD 320 pada suhu penyajian. Tapi ada lebih dari sekedar gula, lemak, es dan udara di sendok Anda. Dalam es krim ada komponen netral, seperti pengemulsi dan penstabil. Mereka mengikat komponen padat atau lemak dengan air dan dengan demikian mempengaruhi konsistensi. Getah locust bean dan getah xanthan paling sering digunakan. Yang terakhir diperoleh selama fermentasi substrat yang mengandung gula dan berfungsi sebagai agen pengental dan pembentuk gel. Untuk waktu yang lama, industri es krim memperluas palet rasa. Sekarang fokusnya adalah pada ramuan yang kurang kalori dan kurang manis. Untuk mencapai hal ini, gula diganti dengan poliol, dan lemak diganti dengan inulin. BACA JUGA Update Berita-Berita Politik Perspektif Klik di Sini
SistemKoloid adalah suatu bentuk campuran yang keadaannya terletak antara larutan dan suspensi (campuran kasar). Secara makroskopis koloid tampak homogen, tetapi secara mikroskopis bersifat heterogen. Campuran koloid umumnya bersifat stabil dan tidak dapat disaring. Ukuran partikel koloid terletak antara 1 nm - 10 nm.
Membuat Es Krim Dengan Cara Sistem Koloid Es krim adalah buih setengah beku yang mengandung lemak teremulsi dan udara. Sel-sel udara yang ada berperanan untuk memberikan texture lembut pada es krim tersebut. Tanpa adanya udara, emulsi beku tersebut akan menjadi terlalu dingin dan terlalu berlemak. Es krim tidak lain berupa busa gas yang terdispersi dalam cairan yang diawetkan dengan pendinginan. Walaupun es krim tampak sebagai wujud yang padu, bila dilihat dengan mikroskop akan tampak ada lima komponen penyusun, yaitu krim, skim, air, gula, dan stabilizer. Kadar air dalam es krim antara 60-62%, jika air terlalu banyak maka es krim menjadi kasar, jika air terlalu sedikit maka es krim akan menjadi terlalu padat. Untuk bisa creamy, 60-62% itu sudah ukuran yang teruji. Dengan demikian maka kadar bahan kering adalah 38-40%. Es krim dengan kandungan udara lebih banyak akan terasa lebih cair dan lebih hangat sehingga tidak enak dimakan. Bahan penstabil dalam pembuatan es krim merupakan koloid hidrofilik yang dapat menurunkan konsentrasi air bebas dengan menyerap air tersebut sehingga akan mengurangi kristalisasi es, memperkecil kristal es, dan dapat meningkatkan kehalusan tekstur. Jenis-jenis penstabil yang biasa digunakan dalam frozen dessert terbagi menjadi beberapa kategori yaitu a protein misalnya gelatin, b plant exudates misalnya arabic, ghatti, karaya, dan tragacant ums, c sed gums misalnya locust carob bean, guar, dan psyllium, d microbial gums misalnya xanthan, e seaweed extract misalnya agar, alginat, dan karagenan, f pectin misalnya low dan high methoxyl, g selulosa misalnya Carboxy Methyl Cellulose CMC, dan lain-lain. Membuat ice cream menggunakan metode kondensasi Pembuatan koloid sol dengan metode ini pada umumnya dilakukan dengan cara kimia dekomposisi rangkap, hidrolisis, dan redoks atau dengan penggatian pelarut. Cara kimia tersebut bekerja dengan menggabungkan partikel-partikel larutan atom, ion, atau molekul menjadi pertikel-partikel berukuran koloid. Struktur dan kandungan es krim Es krim tidak lain berupa busa gas yang terdispersi dalam cairan yang diawetkan dengan pendinginan. Walaupun es krim tampak sebagai wujud yang padu, bila dilihat dengan mikroskop akan tampak ada empat komponen penyusun, yaitu padatan globula lemak susu, udara yang ukurannya tidak lebih besar dari 0,1 mm, kristal-kristal kecil es, dan air yang melarutkan gula, garam, dan protein susu Gambar 1. Berbagai standar produk makanan di dunia membolehkan penggelembungan campuran es krim dengan udara sampai volumenya menjadi dua kalinya disebut dengan maksimum 100 persen overrun. Es krim dengan kandungan udara lebih banyak akan terasa lebih cair dan lebih hangat sehingga tidak enak dimakan. Bila kandungan lemak susu terlalu rendah, akan membuat es lebih besar dan teksturnya lebih kasar serta terasa lebih dingin. Emulsifier dan stabilisator dapat menutupi sifat-sifat buruk yang diakibatkan kurangnya lemak susu dan dapat memberi rasa lengket. Peran emulsifier Metode sederhana pengadukan dan pendinginan secara serempak ini ternyata menimbulkan masalah lain. Krim pada dasarnya terdiri atas globula kecil lemak yang tersuspensi dalam air. Globula-globula ini tidak saling bergabung sebab masing-masing dikelilingi membran protein yang menarik air, dan airnya membuat masing-masing globula tetap menjauh. Pengadukan akan merusak membran protein yang membuat globula lemak tadi kemudian dapat saling mendekat. Akibatnya, krim akan naik ke permukaan. Hal seperti ini diinginkan bila yang akan dibuat adalah mentega atau minyak, tetapi jelas tidak diinginkan bila yang akan dibuat es krim. Penyelesaian sederhananya adalah dengan menambahkan emulsifier pada campuran. Molekul emulsifier akan menggantikan membran protein, satu ujung molekulnya akan melarut di air, sedangkan ujung satunya akan melarut di lemak. Lecitin, molekul yang terdapat dalam kuning telur, adalah contoh emulsifier sederhana. Oleh karena itu, salah satu bahan pembuat es krim adalah kuning telur. Selain itu, dapat digunakan mono- atau di-gliserida atau polisorbat yang dapat mendispersikan globula lemak dengan lebih efektif. 2. Tujuan l Mengaplikasikan prinsip koloid dalam pembuatan es krim l Mengetahui cara membuat es krim dengan cara yang sederhana 3. Bahan • 500 cc susu segar • 200 gr gula pasir • 2 buah avokad yg sedang besarnya • 20 gr maizena, larutkan dengan sedikit air • 2 sdt kopi instan, cairkan dengan 3 sdm air panas Cara kerja Air susu dan vanili dipanaskan di atas api sampai mendidih. Sementara itu, telur ayam dikocok dengan gula sampai putih berbusa, lalu tuangi satu cangkir air susu panas terus diaduk sampai homogen. Campuran pada 2 kemudian dituangkan dalam sisa susu yang masih panas, terus diletakkan di atas api sambil diaduk-aduk sampai menjadi adonan yang kental, lalu lekas diangkat dari api, jangan ditunggu hingga mendidih. Adonan yang telah diangkat dari api, kalau perlu ditambah zat warna kuning, lalu biarkan dingin sambil kadang-kadang diaduk. Adonan es yang telah dingin dimasukkan dalam tempat yang terbuat dari aluminium, lalu dimasukkan dalam freezer pendingin, kemudian lemari es ditutup. Tiap setengah jam adonan es harus diaduk merata supaya esnya tidak kasar, kalau ada mixer, adonan yang mulai mengental diaduk dengan mixer sampai merata, kemudian dimasukkan lagi dalam freezer.
Misalmembuat es krim rasa concerto. Maka Anda diminta beli buah-buah dan es krim siap saji dari pasar, setelah itu disuruh mencampur sendiri :-(contoh: Bikin sendiri ternyata mudah, tidak harus menggunakan mesin pembuat es krim (Eismaschine) Bahan Dasar 475 ml Sahne (cream/kepala susu) 125 ml Susu cair (atau bisa juga santan kelapa) 4 butir telur
10 Telor. CARA KERJA : Ø Menyiapkan alat dan bahan. Ø Menuangkan air es sebanyak 300cc dalam baskom. Ø Menuangkan bubuk es krim dan telor kedalam baskom yang berisi air. Ø Mengocok adonan tersebut menggunkan mixer sampai adonan mengembang/mengental (selama 5-10 menit) Ø Menuangkan adonan kedalam wadah & membekukannya dalam prezzer (selama
Eskrim adalah buih setengah beku yang mengandung lemak teremulsi dan udara. Sel-sel udara yang ada berperanan untuk memberikan texture lembut pada es krim tersebut. Tanpa adanya udara, emulsi beku tersebut akan menjadi terlalu dingin dan terlalu berlemak.
Membuates krim adalah cara yang bagus untuk menikmati memperlakukan lezat, ditambah melibatkan beberapa konsep ilmu lain kimia dan. kecuali dibuat dengan gelembung. Anda dapat membuat gelembung cetakandan belajar tentang bagaimana gelembung berbentuk dan bagaimana pigmen menggabungkan untuk membuat warna yang berbeda. MRSA: Kuman Tahan
i1VVNF. ry42ieueb1.pages.dev/116ry42ieueb1.pages.dev/108ry42ieueb1.pages.dev/194ry42ieueb1.pages.dev/60ry42ieueb1.pages.dev/261ry42ieueb1.pages.dev/44ry42ieueb1.pages.dev/364ry42ieueb1.pages.dev/339ry42ieueb1.pages.dev/348
cara membuat es krim dengan sistem koloid